h1

Hukum tabur tuai

October 26, 2008

Kejadian 8:22 “Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”

Bagi jemaat gereja Bethany, nginden khususnya, pasti sudah sangat hafal dengan kata-kata tabur tuai, yang sering dikatakan oleh gembala, Pdt Alex. Namun, berapa banyak kah yang mengerti benar akan hukum ini? atau malah melaksanakannya? Mungkin banyak orang yang melakukan hukum tabur tuai. tapi.. disaat mereka juga sedang berkelimpahan. Saya mengatakan ini karena sadar, di gereja minggu, 26 okt, sang pendeta bilang bahwa banyak jemaat mengeluh tentang harvest time, masa penuaian yang menjadi tema tahun ini bagi gereja bethany. Banyak jemaat yang malah merasakan sebaliknya! Saya sendiri sedikit bingung, karena dari awal tahun ini, di msn pun saya sudah menuliskan harvest time dan hingga saat ini saya sangat merasakan harvest time itu. Makanya, jika ada yang bilang bahwa krisis sudah terasa dari awal tahun ini, saya tidak merasakan apa-apa. Tapi tiba-tiba saya teringat akan hukum tabur tuai ini. Simpel saja saudara, bagaimana kita bisa menuai sedangkan kita tidak pernah menuai? Bahkan dalam masa kekeringan sekalipun, kita harus tetap menabur benih. Setelah kita menabur, kita harus memperhatikan taburan benih kita itu tumbuh berkembang. Jika saatnya tiba, pasti kita akan menuai. Matius 25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

Paulus juga memberikan pengertian kepada jemaat di korintus dengan menuliskan suratnya di 2 korintus 9:6. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. 9:7 Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” Allah mengajarkan kita untuk tetap menabur dalam keadaan apapun. dan ingat kita tidak menabur karena ada paksaan, namun dengan sukacita dan dengan tulus hati. Percaya dengan iman, pada saatnya, kita akan menuai banyak walaupun dunia ini goncang karena krisis dan segala goncangan yang ada.

Sekaranglah saatnya untuk menabur, karena tuaian besar akan segera datang!

Agustinus Leo,
http://www.agustinusleo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: