h1

Menolong peserta lain

March 26, 2009

Menolong Peserta Lain

Bacaan hari ini: Kejadian 14:1-16
Ayat mas hari ini: Kejadian 14:14
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 1-3

Dalam Olimpiade Seoul 1988, Lawrence Lemieux, atlet layar Kanada, layak menjadi panutan semangat Olimpiade sejati sepanjang masa. Saat berlomba di ke¬las finn dan berpotensi merebut perak, Lemieux melihat ada peserta lain yang cedera. Ia memutuskan meninggalkan lomba untuk menolong peserta itu. Lemieux akhirnya finis di urutan ke-21. Ia gagal merebut medali kemenangan, tetapi ia dikalungi medali kehormatan Pierre de Coubertin dari Komite Olimpiade Internasional. Abraham meneladankan sikap serupa. Ketika ia mengetahui bahwa Lot ikut ditawan oleh musuh, ia segera berupaya untuk menolong keponakannya itu. Bisa saja ia bersikap acuh tak acuh, tidak mau direpotkan, dan hanya memikirkan keamanan pribadinya. Namun, ia bergegas mengusahakan pembebasan bagi saudaranya yang terjerat masalah serius itu. Ia mengesampingkan kepentingannya sendiri demi mendahulukan kepentingan orang lain yang memerlukan bantuan. Ketika ada sesama yang memerlukan pertolongan, terkadang kita tidak cukup hanya bersimpati dan menepuk pundak orang itu untuk memberinya penghiburan. Ada waktunya kita dituntut untuk bertindak secara langsung mengulurkan bantuan. Artinya, kita mesti bersedia “mengotori tangan” kita, mau terlibat dalam situasi tertentu yang kalut dan menyakitkan. Kita meluangkan waktu, tenaga, dan dana untuk mendampingi orang itu mengatasi masalahnya. Orang-orang yang memerlukan pertolongan ada di sekeliling kita. Bersediakah kita mengorbankan kepentingan pribadi untuk mem¬bantu mereka?

ORANG YANG BERBUAT BAIK KEPADA SESAMA BERBUAT BAIK KEPADA DIRINYA SENDIRI JUGA

diambil dr http://www.renunganharian.net

nah yg ini sangat menarik, ga banyak orang yang mau membantu sesama mereka yg dalam kesusahan. Yah memang sih, kadang-kadang ngeselin juga, orang yang mau dibantu malah ngerogoh yang lain, istilahnya dikasi rempela minta hati.. tapi disini juga kita belajar untuk mengasihi orang lain dengan cara mendidik mereka juga, misalnya dengan memberikan sedikit pelajaran berharga bagi mereka. renungan ini juga terkait dengan post saya lama, yang berjudul “Syukurlah bukan saya..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: